Jalan-Jalan Ke Yogyakarta

Liburan dengan jalan-jalan adalah hal yang menyenangkan bagi setiap orang. Liburan menyenangkan bagi setiap orang, karena kebanyakan orang melakukan liburan itu untuk menghilangkan penat akibat padatnya kesehariannya. Nah disini artikel saya akan menceritakan liburan saya di Yogyakarta. Mungkin bagi kalian yang akan liburan dengan menghabiskan waktu dengan jalan-jalan, di sini saya ada solusi untuk refrensi kalian yang pingin liburan atau jalan-jalan ke Yogyakarta.

Disini yang tidak mengetahui kota Yogyakarta siapa hayo? Kota Yogyakarta ini dikenal sebagai Daerah Istimewa Yogyakarta singkatan "DIY". Pasti kalian yang pingin liburan dengan jalan-jalan pasti kalian berunding terlebih dahulu, kota mana yang akan di kunjungi.

Saya pergi ke Yogyakarta bersama keluarga saya, tentunya semua ini harus penuh dengan perencanaan. Mulai dari transport berangkat, penginapan, transport untuk jalan-jalannya yang akan di kunjungi. Nah liburan ini memang sudah pasti saya ke Yogyakarta karena rumah ada di Yogyakarta dan saudara-saudara juga ada di sana. Liburan saya ini tepat mau lebaran. Kalau kalian pingin ke Yogyakarta di hari mau lebaran di usahakan pesan tiket transport jauh-jauh hari dan pesan hotel yang sesuai destination kalian di Yogyakarta.

Saya dan keluarga saya berangkat ke Yogyakarta H-4 sebelum lebaran menggunakan mobil pribadi, saya dan keluarga saya berangkat sehabis subuh. Perjalanan yang sangat menarik karena bisa melihat pohon-pohon dan sawah-sawah yang masih asri sungguh buat mata jadi segar, walaupun perjalanan yang cukup memakan waktu 8 jam bisa lebih dari 8 jam kalau macet ya. :) 

Setelah sampai tujuan keluarga saya dan saya beristirahat sejenak dengan cara kami membeli jajanan di pasar Kotagede. Di sana banyak sekali makanan dan jajanan yang murah hingga membuat saya inginkan jajan yang banyak di sana hehe :)) Harga makanan juga tidak nanggung-nanggung murahnya, ada yang harga 5000 itu sudah dapat ayam, mie goreng dan tempe kering. Eits tapi di sini saya tidak membahas soal makanan yang ada di Yogyakarta lo ya, di sini saya membahas destination untuk kalian jalan-jalan. Cek di bawah ya :


1. Taman Sari 


Taman Sari Yogyakarta atau Taman Sari Keraton Yogyakarta , Tamansari Ngayogyakarta) adalah situs bekas taman atau kebun istana Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, yang dapat dibandingkan dengan Kebun Raya Bogor sebagai kebun Istana Bogor. Kebun ini dibangun pada zaman Sultan Hamengku Buwono I (HB I) pada tahun 1758-1765/9. Awalnya, taman yang mendapat sebutan “The Fragrant Garden” ini memiliki luas lebih dari 10 hektare dengan sekitar 57 bangunan baik berupa gedung, kolam pemandian, jembatan gantung, kanal air, maupun danau buatan beserta pulau buatan dan lorong bawah air. Kebun yang digunakan secara efektif antara 1765-1812 ini pada mulanya membentang dari barat daya kompleks Kedhaton sampai tenggara kompleks Magangan. Namun saat ini, sisa-sisa bagian Taman Sari yang dapat dilihat hanyalah yang berada di barat daya kompleks Kedhaton saja.

Konon, Taman Sari dibangun di bekas keraton lama, Pesanggrahan Garjitawati, yang didirikan oleh Susuhunan Paku Buwono II sebagai tempat istirahat kereta kuda yang akan pergi ke Imogiri. Sebagai pimpinan proyek pembangunan Taman Sari ditunjuklah Tumenggung Mangundipuro. Seluruh biaya pembangunan ditanggung oleh Bupati Madiun, Tumenggung Prawirosentiko, besrta seluruh rakyatnya. Oleh karena itu daerah Madiun dibebaskan dari pungutan pajak. Di tengah pembangunan pimpinan proyek diambil alih oleh Pangeran Notokusumo, setelah Mangundipuro mengundurkan diri. Walaupun secara resmi sebagai kebun kerajaan, namun bebrapa bangunan yang ada mengindikasikan Taman Sari berfungsi sebagai benteng pertahanan terakhir jika istana diserang oleh musuh. Konon salah seorang arsitek kebun kerajaan ini adalah seorang Portugis yang lebih dikenal dengan Demang Tegis.

Kompleks Taman Sari setidaknya dapat dibagi menjadi 4 bagian. Bagian pertama adalah danau buatan yang terletak di sebelah barat.

2. Ayunan Langit Watu Purwosari


Lokasi Ayunan Langit Watu Jaran Purwosari – tren wisata kini memang seperti latah. Dimana ada spot wisata yang sedang neghits, maka tempat lain juga akna meniru dan membuat spot yang mirip. Hal itu bisa dilihat ketika daerah Mangunan sukses dengan spot selfie gardu pandang, kemudian daerah daerah lain juga ikut ikutan membuat gardu pandang. Begitu juga ketika Rumah hobbit sukses di Lembang, kemudian muncul di Malang, bantul dan Sleman.

Ayunan Langit Watu Jaran kulonprogo yang sedang ngehits di instagram pekan ini. Tak semua orang berani melakukan ayunan di ketinggian, apalagi Lokasi Ayunan Langit Watu Jaran ini berada di ketinggian 800 mdl, Wow.. sangat tinggi jika melihat posisinya di tepi jurang bukit. Tentu saja spot Ayunan Langit ini akan memacu adrenalin serta nyali kamu. Tapi tenang saja, di sini sudah sangat safety karena pengunjung dilindungi dengan tali dan juga harness. sensasi yang didapat sangat luar biasa, di satu sisi merasa adrenalin terpacu, di sisi lain merasakan takjub akan keindahan ciptaan Tuhan.


3. Seribu Batu Songgo Langit


Salah satu yang sedang heboh di media sosial yaitu adalah Seribu Batu Songgo Langit atau Rumah Hobbit. Terletak di dusun Sukorame Mangunan, Dlingo, Bantul, Seribu Batu Songgo Langit atau rumah hobbit merupakan destinasi wisata dengan panorama alam hutan pinus dan ambience-ambience unik untuk berfoto.

Menurut Ipung Purwoharsono selaku kepala koperasi Notowono, tempat wisata tersebut dikelola sudah sejak tahun 2016 lalu.

“Pada tahun 2016 lalu di tempat ini baru di bangun gazebo-gazebo dan sebuah jembatan kayu, belum banyak pengunjung yang datang seperti sekarang ini,” ujar Ipung.
Ia menambahkan Seribu Batu Songgo Langit baru mulai ramai oleh pengunjung, serta warung-warung mulai aktif beroperasi pada Maret 2017.

“Ambience-ambience untuk spot berfoto baru jadi pada maret 2017 kemarin, Ambience seperti rumah Hobit, rumah Kukusan serta rumah Seribu Kayu Negeri Dongeng, yang menjadikan tempat ini ramai dan memiliki daya tarik para pengunjung.

Tempat wisata baru yang masih di bawah pengelolaan koperasi Notowono tersebut, dikelola sendiri oleh masyarakat sekitar yaitu masyarakat pedukuhan Sukorame. Wisata ini juga  berdekatan dengan hutan pinur maupun puncak becici.

4. Hutan Pinus Imogiri


Hutan Pinus Imogiri – Wisata alam di hutan pinus Imogiri ini merupakan sebuah tempat obyek wisata yang berbeda dengan beberapa tempat wisata pada umumnya. Obyek wisata ini hanya berupa hutan dengan ribuan hutan pinus yang dapat anda kunjungi untuk menikmati sejuknya hutan rindang dan bersih.

Hutan pinus imogiri juga salah satu tempat wisata yang menjadi favorit anak anak muda maupun keluarga yang senang untuk melakukan aktivitas hunting foto. Selain itu wisata Hutan Pinus Imogiri ini dapat digunakan sebagai tempat untuk foto Pre Wedding untuk pasangan yang akan segera melangsungkan pernikahan. Di kalangan wisatawan atau para netizen, Hutan Pinus Imogiri menjadi trend tempat wisata yang kini mulai meluas, hal ini karena banyak wisatawan yang sengaja membagikan fotonya di Sosial Media seperti Instagram, Path, Facebook dll.

Tempat wisata Hutan Pinus Imogiri terletak didaerah Kabupaten Bantul hampir berbatasan dengan Kabupaten Gunungkidul. Letaknya tidak jauh dari pusat Kota Jogja (Yogyakarta) yang hanya berjarak sekitar 23 Km dengan prakiraan jarak tempuh 60 Menit. Dalam perjalanan menuju ke Hutan Pinus Imogiri, anda akan disuguhi pemandangan alam yang indah dan juga elok.

5. Gunung Merapi


Gunung Merapi (ketinggian puncak 2.930 m dpl, per 2010) adalah gunung berapi di bagian tengah Pulau Jawa dan merupakan salah satu gunung api teraktif di Indonesia. Lereng sisi selatan berada dalam administrasi Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan sisanya berada dalam wilayah Provinsi Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Magelang di sisi barat, Kabupaten Boyolali di sisi utara dan timur, serta Kabupaten Klaten di sisi tenggara. Kawasan hutan di sekitar puncaknya menjadi kawasan Taman Nasional Gunung Merapi sejak tahun 2004.

Gunung ini sangat berbahaya karena menurut catatan modern mengalami erupsi (puncak keaktifan) setiap dua sampai lima tahun sekali dan dikelilingi oleh permukiman yang sangat padat. Sejak tahun 1548, gunung ini sudah meletus sebanyak 68 kali. Kota Magelang dan Kota Yogyakarta adalah kota besar terdekat, berjarak di bawah 30 km dari puncaknya. Di lerengnya masih terdapat permukiman sampai ketinggian 1700 m dan hanya berjarak empat kilometer dari puncak. Oleh karena tingkat kepentingannya ini, Merapi menjadi salah satu dari enam belas gunung api dunia yang termasuk dalam proyek Gunung Api Dekade Ini (Decade Volcanoes).

6. Jembatan Pantai Timang


Gunungkidul jajaran Pantainya sangat Luas dan banyak bermunculan Pantai-pantai baru dan di bangun oleh pemerintah maupun Masyarakat setempat. Hingga ramai pengunjung yang akan ke sana. Ombaknya pun begitu besar hingga buat para wisatawan ketakutan ataupun senang.

Seperti hal nya Pantai Timang, Pantai Timang ini sebenarnya sudah cukup terkenal di kalangan para traveler. Pantai timang ini terkenal akan ciri khasnya yakni kereta gantung untuk menyebrang ke pulau kecil di tengah lautan.

Namun saat ini Pantai Timang tengah memunculkan wahana baru yakni Jembatan Gantung untuk menyebrang ke pulau kecil dan di bawahnya lautan bebas, sebenarnya hampir sama dengan kereta gantung nya namun saat ini jembatan gantung bisa di lalui hanya berjalan kaki dan tarifnya lebih murah dari kereta Gantung nya.
Pantai Timang ini berada di dusun Danggolo, desa Purwodadi, kecamatan Tepus, kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Titik Koordinat GPS Pantai Timang -8.176144,110.662404

7. Candi Prambanan


Candi Prambanan atau Candi Roro Jonggrang adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 masehi. Candi ini dipersembahkan untuk Trimurti, tiga dewa utama Hindu yaitu Brahma sebagai dewa pencipta, Wishnu sebagai dewa pemelihara, dan Siwa sebagai dewa pemusnah. Berdasarkan prasasti Siwagrha nama asli kompleks candi ini adalah Siwagrha (bahasa Sanskerta yang bermakna ‘Rumah Siwa’), dan memang di garbagriha (ruang utama) candi ini bersemayam arca Siwa Mahadewa setinggi tiga meter yang menujukkan bahwa di candi ini dewa Siwa lebih diutamakan.

Kompleks candi ini terletak di kecamatan Prambanan, Sleman dan kecamatan Prambanan, Klaten, kurang lebih 17 kilometer timur laut Yogyakarta, 50 kilometer barat daya Surakarta dan 120 kilometer selatan Semarang, persis di perbatasan antara provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Letaknya sangat unik, Candi Prambanan terletak di wilayah administrasi desa Bokoharjo, Prambanan, Sleman, sedangkan pintu masuk kompleks Candi Prambanan terletak di wilayah adminstrasi desa Tlogo, Prambanan, Klaten.

Candi ini adalah termasuk Situs Warisan Dunia UNESCO, candi Hindu terbesar di Indonesia, sekaligus salah satu candi terindah di Asia Tenggara. Arsitektur bangunan ini berbentuk tinggi dan ramping sesuai dengan arsitektur Hindu pada umumnya dengan candi Siwa sebagai candi utama memiliki ketinggian mencapai 47 meter menjulang di tengah kompleks gugusan candi-candi yang lebih kecil. 

8. Pantai Glagah


Pantai Glagah merupakan salah satu pantai yang menjadi unggulan wisata pantai di Yogyakarta. Pantai yang terletak di kabupaten Kulon Progo ini memiliki pemandangan yang cukup bagus dengan hamparan pasir besi yang menjadi andalannya. Di pantai tersebut terdapat laguna yang menjadi wisata tirta. Fasilitas yang ada antara lain bumi perkemahan dan perkebunan Buah Naga.

Awal ke pantai glagah di sana para wisatawan yang membawa kendaraan bayar dengan tarif 5000 per mobil. Di pantai glagah sendiri juga di sana tidak bayar hanya membayar parkir saja. Dan di pantai glagah ini suasananya sejuk membuat orang wisatawan betah untuk di sana dengan menikmati udara yang sejuk di sore hari. Di sana juga ada yang jualan makanan, jual cemilan, dll untuk wisatawan di sana.

Alasan pantai glagah ini terkenal banyak batu-batu di pinggir pantai agar para wisatawan tidak terkena ombak yang besar, karena ombak di pantai glagah ini sangat besar ombaknya dan takut jika ada korban yang kena ombak tersebut.

Perjalanan menuju pantai yang terletak di kabupaten kulon progo ini menuju lokasi cukup mudah, hanya melewati jalan jogja wates kemudian belok kiri mengikuti arah sesuai petunjuk arah menuju ke pantai glagah. Sebelum memasuki kawasan wisata pantai glagah akan melewati sebuah perempatan yang merupakan pasar yang ramai di pagi maupun sore hari.

9. Pantai Parangtritis


Parangtritis adalah desa di kecamatan Kretek, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Parangtritis merupakan objek wisata yang cukup terkenal di Yogyakarta selain objek pantai lainnya seperti Samas, Baron, Kukup, Krakal dan Glagah. Parangtritis mempunyai keunikan pemandangan yang tidak terdapat pada objek wisata lainnya yaitu selain ombak yang besar juga adanya gunung-gunung pasir di sekitar pantai, yang biasa disebut gumuk. Objek wisata ini sudah dikelola oleh pihak Pemkab Bantul dengan cukup baik, mulai dari fasilitas penginapan maupun pasar yang menjajakan souvenir khas Parangtritis.

Di Parangtritis ada juga ATV, kereta kuda & kuda yang dapat disewa untuk menyusuri pantai dari timur ke barat. Selain itu Parangtritis juga merupakan tempat untuk olahraga udara/aeromodeling.

10. Candi Borobudur


Borobudur adalah sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Candi ini berlokasi di kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang, 86 km di sebelah barat Surakarta, dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar abad ke-8 masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Borobudur adalah candi atau kuil Buddha terbesar di dunia, sekaligus salah satu monumen Buddha terbesar di dunia.
Monumen ini terdiri atas enam teras berbentuk bujur sangkar yang diatasnya terdapat tiga pelataran melingkar, pada dindingnya dihiasi dengan 2.672 panel relief dan aslinya terdapat 504 arca Buddha. Borobudur memiliki koleksi relief Buddha terlengkap dan terbanyak di dunia. Stupa utama terbesar teletak di tengah sekaligus memahkotai bangunan ini, dikelilingi oleh tiga barisan melingkar 72 stupa berlubang yang di dalamnya terdapat arca buddha tengah duduk bersila dalam posisi teratai sempurna dengan mudra (sikap tangan) Dharmachakra mudra (memutar roda dharma).

Monumen ini merupakan model alam semesta dan dibangun sebagai tempat suci untuk memuliakan Buddha sekaligus berfungsi sebagai tempat ziarah untuk menuntun umat manusia beralih dari alam nafsu duniawi menuju pencerahan dan kebijaksanaan sesuai ajaran Buddha.Para peziarah masuk melalui sisi timur memulai ritual di dasar candi dengan berjalan melingkari bangunan suci ini searah jarum jam, sambil terus naik ke undakan berikutnya melalui tiga tingkatan ranah dalam kosmologi Buddha. Ketiga tingkatan itu adalah Kāmadhātu (ranah hawa nafsu), Rupadhatu (ranah berwujud), dan Arupadhatu (ranah tak berwujud). Dalam perjalanannya ini peziarah berjalan melalui serangkaian lorong dan tangga dengan menyaksikan tak kurang dari 1.460 panel relief indah yang terukir pada dinding dan pagar langkan.

11. Malioboro Yogyakarta


YOGYA - MALIOBORO merupakan salah satu jalan paling populer di Yogya. Selain berada di jantung kota, Malioboro menjadi cukup dikenal karena cerita sejarah yang menyertainya. Keberadaan Malioboro sering pula dikaitkan dengan tiga tempat sakral di Yogya yakni Gunung Merapi, Kraton dan Pantai Selatan.

Dalam Bahasa Sansekerta, kata Malioboro bermakna karangan bunga. Kata Malioboro juga berasal dari nama seorang kolonial Inggris yang bernama Marlborough yang pernah tinggal disana pada tahun 1811 - 1816 M. Pendirian jalan malioboro bertepatan dengan pendirian Kraton Yogyakarta.

Awalnya Jalan Malioboro ditata sebagai sumbu imaginer antara Pantai Selatan (Pantai Parangkusumo) - Kraton Yogya - Gunung Merapi. Malioboro mulai ramai pada era kolonial 1790 saat pemerintah Belanda membangunbenteng Vredeburg pada tahun 1790 di ujung selatan jalan ini.

Selain membangun benteng, Belanda juga membangun Dutch Club tahun 1822, The Dutch Governor’s Residence tahun 1830, Java Bank dan Kantor Pos tak lama setelahnya. Setelah itu Malioboro berkembang kian pesat karena perdaganagan antara orang belanda dengan pedagang Tiong Hoa. Tahun 1887 Jalan Malioboro dibagi menjadi dua dengan didirikannya tempat pemberhentian kereta api yang kini bernama Stasiun Tugu Yogya.

Jalan Malioboro juga memiliki peran penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Di sisi selatan Jalan Malioboro pernah terjadi pertempuran sengit antara pejuang tanah air melawan pasukan kolonial Belanda yang ingin menduduki Yogya. Pertempuran itu kemudian dikenal dengan peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 yakni keberhasilan pasukan merah putih menduduki Yogya selama enam jam dan membuktikan kepada dunia bahwa angkatan perang Indonesia tetap ada.


Nah ini sekilas jalan-jalanku selama di kota Yogyakarta. Semoga bermanfaat untuk kalian yang ingin berpegian ke kota Yogyakarta :)

Komentar

  1. huwaah, makasih referensinya, Niken, liburan Lebaran mau ke Jogja soalnya, hahaha, jadi bisa buat ide kemana aja pas kesana :D

    BalasHapus
  2. hehehe iya Bu Fenty sama2, sebenarnya masih banyak tetapi saya masukin hanya itu saja :D

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hobby

Kisah Masa Kecilku

Yuk Bahas Semiotika